Lahir pada tahun di mana Komet Halley muncul di kota Bandung, tidak serta merta menjadikan saya menjadi fasih berbahasa Sunda. Secara saya cuma numpang lair disana, karena bapak saya disekolahkan di institut teknologi terkenal di situ oleh kantornya. Saya gak tau ini benar apa gak, karena saya cuma di ceritain*yaiyalah.. Saya di Bandung cuma 2 tahun karena bapak saya lulusnya cepet*gak kayak saya, lalu keluarga saya mulai keliling Jawa dan Bali karena penempatan kantor bapak (Sempet dapet penghargaan buat kategori keluarga paling nomaden se-jawa bali
). Daerah yang mendapat kehormatan karena pernah saya tinggali di antaranya Bandung, Jogja, Semarang, Bali, Surabaya, Tuban, Blora, Malang dsb.(bapak saya bukan kernet).
Saya gak tau umur berapa mulai menetap di Madiun, Jatim, karena bapak saya mulai dipercaya menjabat sebagai kepala cabang perusahaan air minum BUMD di kota Madiun. Disinilah sejarah dunia mulai diubah seiring masuknya saya ke sekolah pertama saya!!! TK !!! HU AHAHAHAH*ketawa ala penjahat
. Di kota ini sedikit yang bisa saya ingat, diantaranya, cinta pertama saya tumbuh di sini (dewasa sebelum saatnya), kemudian rumah saya yang dekat dengan terminal, dan pertama kalinya saya ngelihat setan. Itu adalah pertama dan terakhir kalinya saya takut ama yang namanya setan. Oh iya, saya juga pernah nangis bermandikan darah (halah) gara-gara bapak gak sengaja membawa anak-anak kucing ke kantor, dan anak-anak kucing itu karena terbawa ya dibuang ke sana. Maknya kucing di rumah nyariin ngeong-ngeong terus, karena anak-anak itu baru satu hari dimilikinya, alis baru kemarinnya ngelahirin.(salah satu kisah sedih yang gak kan saya lupakan tentang kucing*sok-sokan melow. Oh iya, di madiun juga rumah saya pernah kebakaran. Saya gak tahu penyebabnya apa, tapi orang-orang waktu itu menyalahkan saya. Bahkan sampai saat ini saya gak tahu kenapa saya bisa menyebabkan kebakaran itu,heheheheheheh..(gak ngerasa bersalah*wajah innocent)
Setelah lulus dari TK dan konvoi keliling kota sambil coret-coret baju*lebay, Keluarga saya memutuskan untuk menetap di Surabaya*aseek pindaah
. Hal ini dikarenakan, kantornya bapak mulai jadi persero(meskipun statusnya tetep BUMD), jadi PNS yang di situ pada ditarik semua ke kantor wilayah. Karena bapak saya PNS-nya ikut pemprov, jadi berkantorlah bapak di kantor pemprov jatim di jl gayungsari surabaya (disana kerja yang bener ya pak*nasihat anak durhaka pada orang tuanya). Di sinilah mental dan karakter saya mulai di tempa oleh kehidupan di kota surabaya*ciee. Orang Surabaya rata-rata punya kata-kata yang tajam, karena suka berterus terang. Apa yang ada di pikirannya langsung di omongkan tanpa basa-basi. kalau tidak pernah bergaul dengan orang surabaya, suka sakit hati kalo terlalu di ambil hati. Tentu saja cara ngomong yang begini ada baik dan ada buruknya. Buruknya adalah biasanya orang Surabaya dicap kasar, tetapi baiknya, mereka tidak pernah menutup-nutupi sesuatu, semua berjalan apa adanya tanpa harus bermuka dua. Pendidikan lingkungan yang keras, jujur, giat belajar, suka menabung, selalu bersihkan tempat tidur dan tidak sombong ini menjadikan saya menjadi seorang yang........teteretereeeeet...males*lho koq??.bener.saya ini malesnya gak ketulungan. Saya gak tau darimana asalnya rasa males saya ini,yang saya tahu tiba-tiba saya males*bilang aja dasarnya males
. Satu-satunya tempaan surabaya yang berhasil pada diri saya adalah menjadikan kulit saya item. That's all , folks...
Udah cukup bahas malesnya, lalu disini saya mulai masuk SD dan belajar dengan giat selama 6 tahun*mbujuk. Kebetulan, Ibu saya adalah seorang guru agama. Beliau adalah orang yang membentuk karakter religius saya*sepertinya belum berhasil. Karena lumayan punya waktu senggang, ibu saya mendirikan TPA untuk anak-anak di sekitar rumah dan dikemudian hari, TPA nya lumayan berkembang dan menjadi sebuah yayasan TPA. Di SD saya dikenal sebagai anaknya guru agama, jadi saya gak bisa terlalu nakal, malu-maluin orang tua dan malu-maluin diri sendiri tentunya*dasarnya udah malu-maluin.
Waktu kelas enam SD, ortu saya sempat dapat musibah. Tepatnya tahun 1998, ortu saya berencana menunaikan ibadah haji. Tetapi waktu itu ikut kloter jawa tengah, karena daftarnya di Blora. di Surabaya gak ada kursi soalnya daftar tunggunya lama. karena terlalu maksa berangkat (mobil bapak peugeot 454 tahun 66, lebih banyak mogoknya daripada jalannya) jadi ortu berangkat ke Jawa tengah naik motor. Ditengah perjalan, tepatnya di hutan blora perbatasan Jatim-Jateng, ortu mengalami kecelakaan. Bapak mengalami luka parah di kepala, Ibu luka berat di kedua tangan.Waktu itu saya belum tahu yang namanya kecelakaan. Kata orang sih kecelakaannya sangat fatal, suatu mukjizat ortu saya bisa selamat, walaupun luka sangat berat. Kata ibu, operasi bapak termasuk operasi berat, karena tulang tengkoraknya retak,dan ada pendarahan di otak.sementara ibu saya mengalami penurunan reaksi saraf di tangan kanan. Jadi kalau megang benda kecil,kata ibu saya, seperti gak megang apa-apa. Alhamdulillah lambat laun setelah menjalani berbagai pengobatan, ortu saya bisa sembuh meskipun tidak total. Pada tahun 2004, ortu saya kembali menunaikan ibadah hajinya (Semoga mabrur,amin) yang tertunda pada tahun 1998.
Di SD prestasi saya lumayan, karena masalah pelajaran, bapak yang lulusan tekhnik mendidik saya dengan keras. Kalo malam, saya disuruh ngerjakan soal-soal yang di buku. Ngerjainnya di papan tulis buat anak ngaji. Bapak ngawasinnya sambil bawa penebah, kalo jawabannya salah,tebak sendiri apa yang terjadi
. Jaman segitu saya masih belum kenal ama kak seto. Coba kalo kenal,pasti saya laporin*anak durhaka. Alhamdulillah, didikan ala perang yang diterapkan bapak membuahkan hasil. Saya lulus SD dengan predikat danem terbaik se SD dan se kecamatan (yang ini serius : D),dengan rincian beberapa nilai 9,sedikit 8 dan satu mata pelajaran nilainya kurang 0,01 jadi 10 (coba tebak pelajaran apa ini?? bener..pelajaran Mate-death-ka ). wah, senengnya bukan maen waktu itu, kayak dibeliin game watch baru aja*belum ada pe-es. Setelah pengumuman, langsung pergi khitan *i know..i know.. ini cara selebrasi yang cukup aneh. Soalnya dulu saya takut buat khitan, jadi pikir bapak saya mumpung lagi senang, dibawa ke dokter sunat aja*pemikiran yang aneh
.dan anehnya, saya juga mau di ajak. jadilah waktu itu, saya menjadi laki-laki sejati,Huahahah*berkacak pinggang ala sinchan
.
Dengan danem segitu,bukan masalah bagi saya buat memilih smp yang bagus*Sombong banget sih lu,baru juga lulus SD .waktu itu beli 3 formulir, yaitu smpn 1 sby, smpn 28 deket rumah, ama smpn 3 unggulan peterongan jombang. Bapak saya pengen saya ke smpn 1, ibu saya pengen saya sekolah ke jombang, karena di sana ada Pondok Pesantrennya. Seperti biasa, kalo bapak vs ibu, siapa yang menang??? yak, seperti di cerita-cerita komedi situasi, akhirnya ibuk saya berhasil mengalahkan bapak dengan skor 5-4 melalui adu penalti yang sangat mendebarkan
*keturunan wasit ya??.Akhirnya jadilah saya bersekolah di jombang.
Ternyata bayangan saya tentang ponpes yang ada selama ini salah besar. Bayangan saya, di ponpes itu masak sendiri, terus makannya rame2 berebutan makanan yang sudah matang sampai bertengkar, adu mulut, berkelahi, saling pukul, saling jotos, saling tendang, saling banting ( Woi woi woi!!!!).ternyata di sana udah jadi pondok modern. Makannya pake katering, mau nyuci ada laundry, dan segala kebutuhan dipenuhi. Santri tinggal konsentrasi untuk belajar dan mengaji. Sekolah saya sini juga gak jelek-jelek amat. bahkan bisa dikatakan Unggulan di Indonesia. itulah sebabnya namanya ada embel-embel unggulannya.Kabarnya, SMP ini pembangunannya di biayai oleh Presiden BJ habibie, waktu jadi caretaker (pengganti sementara) pak harto pada tahun 1998, dengan dana pribadinya.Pada tahun saya, saya sekelas dengan anak madura, yang kabarnya danemnya tertinggi di Indonesia yaitu 49,63 atas nama nurul zainab, rinciannya, 3 pelajaran nilainya 10 dan 2 pelajaran nilainya sembilan.What the....
*kapok sombong lagi..Selain itu sekolah di sini raportnya ada dua, selain raport dari pondok untuk sekolah diniyah, Raport dari SMP juga dilengkapi raport sekolah agama, jadi totalnya ada 3 raport..disini saya jadi angkatan ke 4.
ini kantor pusat pondok saya.
sumber foto : http://ruangbening.wordpress.com/
Selama sekolah di jombang, jangan dikira saya jadi alim dan penurut. Justru di sinilah jiwa pemberontak saya mendapatkan tempatnya. Saya pernah di gundul 2x gara ketahuan merokokdan gak ikt solat subuh berjamaah, lalu bersembunyi di belakang lemari,hehehhe*senangnya..
Karena waktu itu lagi demen-demennya nonton piala dunia 2002, saya musti lompat pagar buat nonton bola tengah malem di warung. Kucing-kucingan dengan kamtib demi bisa maen pe-es adalah hal yang lumrah. Namun tidak semua nya nakal. Banyak juga yang berubah alim waktu di pondok. Pada waktu itu ada ungkapan, kalau dasarnya nakal, akan jadi semakin nakal, kalau dasarnya baik, pasti langsung jadi kutu Al-Qur'an,heheheheh. Selain karena jauh dari pengawasan orang tua, disini saya juga bertemu dengan teman-teman dari berbagai daerah di seluruh indonesia, berbagai perangai mereka, dan di sini juga ajang pencarian jati diri dimulai. Berbagai sifat dan karakter saya jumpai, dan ilmu bersosialisasi juga saya dapatkan di sini. Saya belajar bergaul dengan orang berwatak keras, berwatak lembut sampai yang bukan orang alias bukan manusia alis lelembut. Sudah bukan rahasia jika banyak sekali ilmu yang beredar di pondok, baik secara legal maupun ilegal, ilmu yang jasmani maupun yang rohani, ilmu yang tampak (hadir) maupun yang ghoib (tak hadir). Tinggal kita yang memilah..Dosen saya waktu kuliah pernah cerita, dulu beliau di pondok (ternyata pernah sekolah dipondok yang sama dengan saya) paling gak percaya ama yg gituan, tapi karena beliau pernah melihat dengan mata kepalanya sendiri, sahabatnya yang dari sumatera berubah menjadi harimau waktu dikamar, akhirnya mau tidak mau beliau akhirnya percaya. Dan percayalah dengan saya, barang ghoib itu ada, tapi tidak semuanya benar
.
Di SMP pula saya belajar untuk hidup tirakat, tidak berlebihan. Dalam memupuk kemandirian, saya sengaja tidak terlalu mengandalkan orang tua. Dengan uang kiriman yang tidak terlalu besar, saya juga berusaha menambah uang saku dengan bekerja. Saya pernah join dengan beberapa temen untuk buka usaha laundry baju. laundrynya jangan dikira pake mesin. Kami berempat,kudu bangun tengah malem guna mencuci pakean yang seabrek dengan cara manual yaitu dikucek pake tangan
.Kudu tangah malem, karena pada saat itu jarang yang pake kamar mandi dan air yang terbatas di siang hari. Teman saya bahkan ada yang jualan rokok, padahal rokok adalah barang yang haram eksistensinya di pondok.
Setamat SMP, saya kembali ke Surabaya. Bapak saya memaksa saya SMA di surabaya saja, dengan alasan sekolah di luar kota berat di ongkos, namun saya yakin alasannya adalah perilaku saya yang tidak terkontrol di pondok,huahahahahah..
*nakal kok bangga..ya udah,karena domisili saya memang asli surabaya, Dindik Surabaya (waktu itu namanya masih Depdiknas), mengeluarkan rekomendasi agar saya bisa sekolah di surabaya. Waktu itu hari terakhir pendaftaran SMA, mendaftarlah saya di SMUN 13 dekat rumah. Yes, i was learning at the lucky number highschool..
Pertama saya masuk SMA, saya diketawain teman-teman, karena waktu MOS, saya pake celana panjang SMP. Secara dulu wktu smp, celananya emang celana panjang trus pake dasi. tapi dasinya waktu mos saya lepas,takut dikira sales panci
. Pada waktu pertama kali kegiatan belajar mengajar dimulai, saya agak canggung karena pergaulan murid laki-laki dan perempuan yang cukup bebas. Dulu di pondok, yang namanya bergaul dengan wanita itu ada batasannya. Bertemu wanita kecuali keluarga di luar jam belajar,hukumannya jelas,digundul dan di isolasi. Ketahuan pacaran dan mojok berdua, langsung skors.Padahal mojoknya juga gak ngapa2in, paling juga ngobrol-ngobrol gak jelas,namanya juga anak SMP jaman dulu. Kalo udah mengarah ke asusila
, urusannya pidana dan langsung boyong alias dikeluarkan dari pondok dan sekolah. Sedangkan di SMA seperti gak ada batasannya. Saya sempet minder dan beradaptasi cukup lama, sekitar setahun baru terbiasa. Di sini saya baru tahu,ternyata kenakalan saya di pondok masih gak seberapa kalo di bandingkan dengan nakalnya anak SMA surabaya. Sepertinya alkohol, narkotika dan judi merupakan hal yang biasa di sini. Seumur-umur jangan sampek saya kena yang begituan. Tapi untungnya teman-teman saya tidak ada yang pernah memaksa saya untuk bergabung dalam hal yang begituan. Alhamdulillah saya tidak pernah salah memilih teman : D
SMAN 13 Sby
Bener memang kata Chrisye, masa-masa paling indah adalah masa-masa di sekolah, khususnya SMA. Meskipun diawali dengan adaptasi yang cukup sulit, akhirnya saya bisa menikmati SMA di Surabaya. Pada waktu kelas 2 pertama kalinya saya menyatakan cinta kepada tetangga saya,hahahahahhahah
...sebenernya temen waktu SD seh, tapi deket rumah. Seperti layaknya berpacaran pertama kali, karena gak tahu yang namanya pacaran itu musti ngapain, jadinya gak bertahan lama, 2 bulan kurang dikit, jalinan cinta indah*ceileeee itu pun kandas*kapook!!.Beranjak kelas 3, pacar baru pun datang, kali ini dengan teman sekelas waktu kelas 2, yang ini lumayan lama,11 bulan. Kelas 3 saya masuk jurusan IPA, karena saya males menghapal ilmu sosial,dan pastinya karena nilai saya yang lumayan bagus*eleh-eleh..Pada waktu SMA saya pun juga nyambi ngajar TPA di rumah, sambil ngajar privat ngaji anak SMP. Duitnya jaman segitu lumayan lah buat beli bakso,heheheh*kasiaaann
Lulus SMA, saya pun diliputi kebingungan yang mendalam*bahasamu ,layaknya lulusan sma yang lainnya. Pertanyaan seputar masa depan pun mulai berdengung terus*emangnya radio?. Mau kuliah apa kerja,kalo kuliah mau kuliah dimana,ambil jurusan apa,S1 apa Diploma, adalah pertanyaan yang sering terbayang
. Akhirnya saya putuskan untuk ikut SPMB. Waktu itu saya ambil IPC, milih Teknik Elektro ITS ama Ekonomi Pembangunan Unair. Pemikiran saya, kalo saya gak lolos, saya mau langsung kerja aja,atau ikut kursus setaun yang bisa langsung cepet kerja. Ternyata Allah menunjukkan kebesaran-Nya. saya yang gak tau apa-apa tentang ilmu sosial ini diterima di Ekonomi Pembangunan Unair. Saya sendiri heran kenapa saya malah di terima di jalur IPS. Lebih heran lagi kenapa dulu milih Ekonomi Pembangunan waktu SPMB??*ddiieeng..Tapi gak papa. Tetap harus bersyukur, bisa kuliah, di Uner pula. Bener-bener apes ya Unair koq mau nerima saya,heheheh. Dulu saya pikir, kuliah di Unair pasti mahal. Ternyata SPP saya 1 semester, tidak lebih mahal dari cicilan motor saya sebulan,hihihihiihi...
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga.
Seperti biasa layaknya cowok pada umumnya, lingkungan baru, koq terasa aneh tanpa ada yang memotivasi. Jadilah saya pacaran lagi dengan teman satu angkatan. Yang ini (lagi-lagi) juga gak bertahan lama, cuma 9 bulan*bukan hamil lho yaa. Waktu itu pacaran cuma malah jadi disaster. Kuliah saya mangkrak, gara-gara mikirin cewek gak jelas yang mengkhianati saya
..Sempet pacaran lagi, tp cm jadi pelarian saya. Waktu KKN jg dpt pacar lagi. yang ini lumayan lama, 2 tahun lebih, tapi harus berakhir juga karena berbeda tujuan. Harus lebih selektif lagi nyari pendamping hidup.
.
Yang saya sukai dari kehidupan kuliah saya adalah, tidak adanya jam malam pada kehidupan saya. Kenapa saya berpikir begitu? kota Surabaya adalah kota yang sangat indah di malam hari. Saya tidak mengatakan Surabaya jelek di siang hari, tapi saya tidak bisa menikmati indahnya surabaya di siang hari. Selain macet, Surabaya sangat panas di siang hari.Suhunya berkisar antara 38-40 derajat. Catatan saya, Surabaya pada tahun 2008 bulan oktober mencapai suhu 42 derajat Celsius
. Karena itu, saya lebih suka jalan-jalan di malam hari daripada siang. Tempat tujuan saya yang paling saya suka adalah warung kopi
. Kenapa?? Sebab di warung kopi, semua orang yang berbeda strata pendidikannya, umurnya, bebas untuk bicara, mengeluarkan segala unek-uneknya, mulai masalah sepele, masalah kuliah, sekedar bercanda atau malah yang curhat dan ngomong layaknya penasihat presiden. semua boleh berpendapat, asal bertanggung jawab, sesuai dengan norma yang berlaku*sok-sokan ngerti
.Segala pendapat yang berbobot maupun yang cengengesan didengar oleh semua pihak. Saya punya teman, lebih cocoknya, senior saya di kampus, orangnya pinter banget , udah lumayan mapan (jadi Staff Ahli Budiono di proyek pengentasan kemiskinan,) tapi kalau lagi pulang kampung ke surabaya, selalu mampir ke warung kopi deket kampus. Hal ini membuktikan bahwa Hirarki kebutuhan manusia yang paling tinggi yaitu aktualisasi diri adalah benar adanya. Manusia menjadi makhluk sosial karena rasa ingin mengaktualisasikan dirinya tersebut
.
Sekarang saya sudah mahasiswa tingkat akhir tapi bukan yang terakhir, doakan saja saya bisa cepet lulus tahun ini
. Sungkan saya sama satpamnya, masak saya sama satpamnya tua'an saya*Hluuuukk??@#$%$#@#
.Semoga Allah meridhoi niat saya untuk segera membahagiakan kedua orang tua saya. Amiin


wakakakakakakaka......
BalasHapussip2....ciamso
hahahaha oke2 ndi..
BalasHapussemangat di tanah orang ndi!! :D